Sejumlah benda bersejarah dan berharga yang diyakini berasal dari zaman Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang ditemukan di daerah gambut oleh kebakaran hutan dan lahan (Carhotla) di wilayah Ugan-Kumering (Aoki), Sumatra Selatan dan khususnya pantai timur Sumatra.
Retino Porwanti, seorang arkeolog dari Departemen Purbakala Sumatra Selatan, mengatakan bahwa penduduk telah berbondong-bondong ke situs bumi yang terbakar di distrik Singal, Tolong Silaban dan Ayr Sogihan. Pembakaran rawa gambut dalam menyebabkan banyak sisa-sisa masa lalu, beberapa di antaranya jejak perhiasan dan logam mulia.
Ada bahan yang terbuat dari emas dan perhiasan kuno dalam bentuk rantai yang dibuat di Mesir dan Samudra Hindia dan Pasifik. Ada juga orang yang menemukan perhiasan kuno lainnya. Retno mengatakan, Kamis (10-10-2019) bahwa emas, yang terlihat pada patung dan patung kayu, dibuat di era Sriwijaya dari abad ke-19 hingga abad ke-14.
Retno menambahkan bahwa artefak dari kapal seperti kemudi, panel dan dayung juga ditemukan di daerah tersebut. Keberadaan temuan-temuan ini menimbulkan keraguan dan kemungkinan bahwa pantai timur Sumatra adalah kawasan komersial utama atau pelabuhan dari Kerajaan Sriwijaya ke Kesultanan Palembang.
Pencarian populasi untuk barang-barang antik telah dilakukan dari lokasi kebakaran sebelumnya sejak 2015 untuk mencari peninggalan kerajaan Sriwijaya, ketika hutan dan kebakaran hutan paling berbahaya terjadi di Oke. Dalam hasil sebelumnya, dan berdasarkan hasil penelitian, peninggalan purba paling awal dari abad ketujuh ditemukan di daerah Karang Agung.
Namun, Retino menyatakan penyesalannya bahwa proses pencarian benda bersejarah oleh penduduk belum dilaporkan ke Pusat Arkeologi. Ini menyulitkan para peneliti untuk mengumpulkan sejarah wilayah pesisir ketika monumen-monumen itu dipindahkan dan dijual kepada para kolektor benda bersejarah.
Sebagian besar penduduk diceritakan oleh kolektor atau pemburu hadiah lampung. Karena tidak tinggal di Lampung, mereka pindah ke Sumatera Selatan. Dia menjelaskan bahwa penghuni akan mendapatkan harga yang cukup tinggi jika mereka dapat menemukan barang berharga.
Ini sangat disayangkan karena ketika benda-benda bersejarah ini sampai ke tangan kolektor mereka, mereka tidak akan dapat meneliti atau menggunakannya untuk membangun teori-teori sejarah masa lalu dan membantu orang Indonesia memahami sejarah bangsanya.

Komentar
Posting Komentar